Agus Candra Kurniawan

Uklam-Uklam Ke Embong Arab Kota Malang



Uklam-Uklam Ke Embong Arab Kota Malang - Malang juga punya kampung Arab – Ngomongin soal etnis, Malang juga gak kalah lho sama kota-kota besar lainnya sob! Hal itu tebukti dari berbagi etnis yang datang di berbagi daerah kota Malang. Sebagian besar para pendatang awalnya memiliki tujuan masing-masing misalnya, mencari ilmu, mencari pekerjaan, berdagang dan lain sebagainya. Hal itulah yang menyebabkan Kota Malang memiliki suku dan ras yang berbeda-beda. Kalo umak jalan-jalan ke Kota Malang dan ketemu sama orang Arab, boleh jadi mereka bukan wisatawan asing seperti yang umak bayangkan. Tapi mereka adalah orang-orang atau keturunan orang Arab yang tinggal dan menetap di kota Malang. Jadi santai aja ker, kalo nyasar gak tau tempat terus ketemu sama orang Arab yang tinggal dan menetap di Malang mereka bisa bahasa Indonesia kok, mau bahasa Indonesia, bahasa Malangan juga mereka gak perlu diragukan lagi kefashihannya.

Orang-orang Arab ini memang memiliki komplek pemukiman sendiri lho di Kota Malang. Komplek pemukiman orang-orang Arab ini biasa disebut “Embong Arab” Embong yang berarti jalan dan Arab adalah orang-orang Arab, jadi Embong Arab adalah jalan Arab/ jalan milik orang-orang Arab (namanya aja sob, jalannya tetep milik umum. He...he....). Embong Arab terletak di kawasan Jl. Sarif Al Qadri di tengah kota Malang yang membentang dari utara ke selatan dan berada di sebelah barat pasar. Jadi kalo ketemu sama orang yang hidungnya mancung-mancung banyak di daerah situ, jangan heran karena disana memang pusat pemukiman orang-orang Arab. Rata-rata komunitas Arab di kota Malang berasal dari Yaman tepatnya daerah Tarim dan Hadramaut.


Awal kedatangan orang Arab ke Kota Malang banyak menempati pesantren-pesantren yang ada di Kota Malang, dan tidak bertempat di satu kawasan saja (belum terbentuk kampung). Pada tahun 1854, Pemerintah Hindia Belanda membentuk kebijakan Regering Regleement yang membedakan kelompok masyarakat menjadi tiga kelas, yaitu Eropa, Timur Asing dan Pribumi, sedangkan tahun 1860 mengeluarkan peraturan yang mengatur dan menggolongkan masyarakat Arab dan keturunananya di Indonesia sama dengan orang Timur Asing (Vremde Oosterlingen).

Pada tahun 1882, daerah orang Arab terletak di sebelah belakang Masjid Jami’ (sebelah Barat alun-alun) yang hingga akhirnya kini menjadi sebuah perkampungan yang alami terbentuk karena kebijakan pemerinta Belanda pada masa itu. Selain memiliki tujuan awal menjalankan syiar agama Islam, kaum Arab juga melakukan persebaran agama Islam melalui perdagangan. Komunitas Arab Kota Malang menjadi pendatang dan membentuk permukiman sebelum tahun 1900.

Jadi gak heran juga kalo di Kota Malang kita bisa dengan mudah menjumpai majelis-majelis ta’lim yang penggagasnya adalah ulama-ulama Hadramaut yang dikenal dengan ilmu dan adabnya. Selain menjadi penggagas majelis-majelis ta’lim dan pesantren di daerah Embong Arab, beliau-beliau ini juga mendirikan sekolah-sekolah berbasis islam. Jadi kalo umak mampir situ sob, berasa gak kayak di Malang tapi di kampung Arab. Hanya saja bangunannya lebih sedikit moderen. Yapss!... pembahasan sejarahnya udah dulu ya! Sekarang lanjut, ada apa aja di daerah Kampung Arab.



Kalo umak mau cari kitab-kitab atau buku-buku islam daerah Malang, salah satu rekomendasi toko buku islam yang paling lengkap adalah toko buku islam Bayakub, alamatnya di Jl. Kapten Piere Tendean No.1 Kasin, Klojen, Kota Malang. Daerah situ juga masih bagian Kampung Arab sob. Pelayannya semua mas-mas tapi ramah-ramah kok, jadi jangan segan kalo mau tanya-tanya, asal tanyanya buku-buku islam lho! He...he....

Next! selain toko buku islam, daerah Kampung Arab juga jajanannya enak-enak sob! Dulu ayas sering beli-beli jajan basah kalo pas lagi mampir ke Kampung Arab. Ukurannya serba jumbo, kaya lumpia, resoles, kebab, kue lumpur, skotel, roti-roti, dll. Dibanding jajanan yang biasa dijual sama orang Jawa emang harganya agak sedikit mehong (mahal), tapi ukuran yang jumbo dan rasanya yang mantap bakal sebanding sama harganya lho. Biasanya jajan-jajan basah kayak gitu dijualnya di pinggir-pinggir gang/ pinggir-pinggir jalan/ di samping-samping toko. Penjualnya Cuma pake meja aja, gak pake tempat teduhan kayak warung semi permanen. Iyalah, emang gak perlu gitu, soalnya siang dikit aja uda habis dagangannya. Jadi kalo pingin jajan ke orang-orang Arab, belinya habis ngaji pagi kira-kira sekitar jam 8 pagi, itu masih lumayan lengkap jajannya.

Lanjut! Di Kampung Arab Kota Malang juga ada salah satu rumah makan yang terkenal banget sob! Namanya rumah makan Cairo.




Jadi kalo umak suka banget sama masakan khas Timur Tengah bisa mampir kesini. Lokasinya ada di Jl. Kapt. Tendean No.1 Malang. Gak jauh-jauh dari toko buku Bayakub. rumah makan ini terkenal karena nuansa Timur Tengah-nya. Nuansa Arab terlihat dari menu dan aneka sajian yang ditawarkan. Seperti sate kambing, gule kambing, krengsengan, sop Cairo, nasi goreng Cairo serta nasi kebuli/nasi briani sebagai menu khasnya. Selain berbagai jenis masakan Timur Tengah, dijual pula aneka kue dan jajanan dari Mesir seperti kue Mesir Ka’aq, martabak Mesir, roti maryam, samosa Cairo, pastel kacang, roti nougat, risoles, kue wijen, dan yang paling khas susu kambing Etawa yang dikemas di dalam botol. Masalah harga, suantai sob! Gak sampe jual HP kok, he...he..., harganya standar aja mulai dari 13.000 ribu - 17.000 ribu an, dan buka mulai pukul 08.00–22.00 WIB. Jadi kalo mampir ke Malang boleh sekalian berkunjung ke daerah Embong Arab/ Kampung Arab. Biasanya di daerah Kampung Arab selalu ada ta’lim khusus untuk umum dengan pembahasan kitab-kitab, lumayan lho ilmu gratis. Siangnya, nikmati jajanan orang-orang Arab, lanjut ke toko buku islami buat yang mau cari kitab/ Al-Qur’an, nah kalo udah ewul jalan aja dikit ke rumah makan Cairo, udah deh kelar hidup lo!

Hmmm oke! udah cukup ngerti kan komunitas orang-orang Arab di Kota Malang. So, yang punya keluarga dari timur tengah atau yang pingin nikmati kuliner Timur Tengah tapi bingung dimana tempatnya,  gak usah jauh-jauh ke Arab! Yuk, ke Malang aja! ^_^

****

Find the new word on Malang!
Malang gak lengkap tanpa kata dibalik 
1. Sob : Bos
2. Umak : Kamu
3. Ayas  : Saya
4. Ker : Rek ( sebutan untuk teman-teman seusia)
5. Uklam-uklam : Mlaku-mlaku ( jalan-jalan)
6. Ewul  : Luwe (lapar)
7. Embong : Jalan

Referensi sumber:
Aryati Allafa, dkk. Perubahan Kawasan Kampung Arab Kota Malang, arsitektur e-Journal, Volume 5 Nomor 1, Maret 2012
www.facebook.com Page toko buku aba ya’kub kota malang
www.wikipedia.com
wisatasurabaya.com
sjahriannurnana.blogspot.com
ngalam.co
_Mt. Langit

Tentang KeMalangAja.Com -

Ingin mengembangkan sebuah website yang mampu mengeksplorasi potensi daerah dan meng-ekspose budaya khas masyarakat di Indonesia khususnya di daerah Malang. Impian besar ini digagas dalam menyambut MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) atau pasar bebas. Selengkapnya »

Langganan Gratis Artikel via Email :

1 komentar:

Write komentar
Mas Paidi
AUTHOR
March 29, 2017 at 4:47 PM delete

infonya tentang Embong Arab Kota Malang sangat lengkap dan mendetail

Reply
avatar