Agus Candra Kurniawan

Boso Walikan Wong Malang



Boso Walikan Wong MalangKeMalangAja.Com - Kalau bicara kota malang, banyak yang umak umak belum ngerti, dari bahasa, kondisi alamnya, dan gedung-gedung yang ada. Sekarang ayas ingin membahas bahasanya. Bahasa yang ada di Malang sangatlah unik. Ayas jamin, di kota lainnya belum ada bahasa seperti ini. Malang terkenal dengan bahasa wali'an (kebalikan). Jadi, seperti yang ayas sebutkan tadi, kamu dibalik menjadi umak, saya dibalik menjadi ayas. Dan banyak sekali kata-kata yang dibalik. Jadi, umak kalau datang ke Malang harus bisa membalikkan setiap kata. Tak sedikit yang mengatakan bahwa orang-orang Malang adalah orang yang pintar-pintar. Mengapa begitu? Ya, nyatanya begitu. Coba umak bayangin, setiap mau bicara umak harus membolak balikkan kata. Tentunya, umak mikir dua kali kan? hehehe. Bahasa malang memanglah unik. Setuju kan pembaca?....

Mari sama-sama kita belajar bagaimana bahasa ini ada, asal usulnya seperti apa? Mari ayas hisak tau. Ternyata, Bahasa Malangan itu sendiri awalnya digagas oleh Ebes Suyudi Raharno dari kalangan pejuang Gerilya Rakyat Kota (GRK) sebagai bahasa komunikasi antar pejuang. Tujuannya sebagai bahasa sandi untuk membedakan mana pejuang, pendukung dan mana musuhnya. Kira-kira munculnya sekitar tahun1949 untuk menghalau strategi Belanda yang banyak menyusupkan mata-mata ke kalangan pejuang untuk memburu pejuang pendukung Mayor Hamid Rusdi. Wah wah... Luar biasa ya sob? Ayas jadi bangga sama kota ini. Kesimpulannya bahasa ini memiliki nilai sejarah yang kuat dan strategi para pejuang menggunakam bahasa ini sangat apik.



Sob, bahasa ini tidak memiliki aturan yang baku, meskipun kebanyakan orang banyak memformulasikan bahasa ini sebagai 'bahasa walikan' tapi, kenyataannya tidak semua kata berasal kata yang dibalik dan semua kata bisa di balik.

Berbeda dengan bahasa walikan pada umumnya yang juga dimiliki oleh darah-daerah lain, Osob Kiwalan (Boso Walikan khas AREMA) memiliki keunikan tersendiri, jadi tidak asal balik. Bahasa khas Malang ini merupakan bahasa gabungan dari bahasa Jawa, Indonesia, Arab, Madura dan Cina. Jadi kata-kata yang digunakan adalah hasil kesepakatan pada saat itu. Sangat unik dan khas Malang, itulah yang membuat Boso Malangan berbeda dengan bahasa walikan dari daerah lain.

Pada perkembangannya bahasa yang tidak memiliki aturan baku ini dengan sendirinya menjadi  bahasa komunikasi atau bahasa pergaulan antar malang ketika ia berada di luar kota atau pun di luar negeri. Perkembangan dari boso wali’an ini pun tidak stagnant mengingat ada kata-kata baru yang dulu tidak termuat dalam Boso Malangan yang asli tadi. Namun, bukan berarti kata-kata baru bisa ditambahkan atau dimunculkan dengan seenaknya. Kata-kata tersebut juga muncul dari tradisi atau kata-kata yang umum diucapkan dalam pergaulan. Bagaimanapun juga asal mula munculnya kosakata wali’an yang baru masih tetap sama, kata walli’an harus bisa di ucapkan dan diterima oleh masyarakat sebagai bahasa pergaulan.

Berikut kata-kata yang lazim diucapkan oleh kera-kera Ngalam plus kosakata khas Malang yang muncul dalam pergaulan dan dialeknya. Kawan= nawak, bahaya=ayahab, kamu=umak, saya=ayas, io=oi (ia), mas=sam (kakak), arek-arek=kera-kera (teman-teman), dan masih banyak yang lainnya. Jadi, begitu sob, kota Malang ini bahasanya sangat unik. Dijamin sobat-aobat ingin coba bahasa malangan ini. Selain bahasa ini unik, bahasa wali'an juga memilki tantangan untuk befikir. Hehe.. Oya sob! Nyoba ke ngalam.com biar tau serunya bahasa wali'an, dijamin ketagihan. (ilh)

Tentang KeMalangAja.Com -

Ingin mengembangkan sebuah website yang mampu mengeksplorasi potensi daerah dan meng-ekspose budaya khas masyarakat di Indonesia khususnya di daerah Malang. Impian besar ini digagas dalam menyambut MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) atau pasar bebas. Selengkapnya »

Langganan Gratis Artikel via Email :