Agus Candra Kurniawan

Wisata Paralayang Batu

Wisata Paralayang Batu - Wisata Paralayang atau juga disebut dengan Paragliding adalah satu dari banyak objek wisata terkenal di Kota Batu. Entah berantah mengapa mereka senang untuk berlibur di wisata ini yang jelas dengan kenikmatan kesejukan di kota dingin ini membuat pengunjung sangat betah, tak luput juga dengan salah satu olahraga menantang parasut jika anda benar-benar ingin berani mencoba olahraga ini. Panorama alam yang memang tak habis di Kota Batu yang sejuk ini memang sungguh menakjubkan untuk kita kunjungi setiap waktu.

Wisata Paralayang Batu terdapat pada Puncak Gunung yang lumayan dekat dengan pusat kota dan perbelanjaan, kurang lebih sekitar 3-5Kilometer dari lokasi tsb. Lambat tahun tempat ini semakin terkenal sejak ada acara Batu Open Paragliding pada tahun 2011 yang lalu. Berbagai ajang dilakukan termasuk ajang terjun payung yang banyak di ikuti oleh atlet-atlet dari dalam negeri maupun luar negeri.

Aktivitas di Paralayang Batu

Omah Kayu

Tahukah Anda sebelumnya atau mungkin pernah mendengar wisata omah kayu? Ya, Paralayang Kota Batu terus berbenah dari beragam fasilitas yang telah disediakan dari objek wisata ini. Bertemakan natural/alam alam, wisatawan akan dimanjankan dengan melihat dan dapat berfoto-foto dengan background pemandangan. Tak itu juga wisata lain disamping larayang itu adalah omah kayu dan taman langit atau bahasa inggrisnya sky city park. Langkanya wisata ini meski berbeda tempat yang terpisah namun membuat daya tariknya yang semakin tinggi dan mempesona.

Omah Kayu
Omah Kayu
Omah kayu juga menyediakan penginapan untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana bermalam di rumah yang diatas pohon ini. Memang, diutamakan adalah wisatawan yang berasal dari luar kota disarankan menginap di Omah Kayu ini. Disamping itu Sunrise dan Sunsite di Paralayang merupakan salah pemandangan yang terbaik di Malang Raya. dengan Anda bermalam disini, anda bisa lebih dimanjakan dengan penginapan yang harganya sangat terjangkau sekali berkisar 350ribu - 450ribu (bergantung hari biasa atau hari libur)

Wisata Paralayang
Wisata Paralayang

Harga Tiket Masuk Wisata Paralayang Batu

HTM Wisata Paralayang Batu antara Rp 10.000 – Rp 15.000.

Fasilitas Wisata Paralayang Batu

Penginapan: Tersedia penginapan Omah Kayu yang sangat bagus
Kios Makanan : Banyak kios makanan di lokasi wisata
Mushola : Fasilitas ibadah bisa didapati di dekat lahan parkir
Tempat Parkir : Tersedia lahan parkir yang cukup luas
Toilet : Tersedia toilet yang bersih di lokasi wisata

Alamat, Rute & Jam Buka

Beberapa tempat wisata di Batu letaknya cukup dekat dengan pusat kota atau alun-alun Kota Batu. Jadi, akses terbaik ke Wisata Paralayang adalah melalui Kota Batu. Dari Alun-alun Kota Batu, melanjutkan perjalanan ke arah Pujon yang akan melewati kawasan Wisata Payung dan pintu masuk Air Terjun Coban Rondo. Ikuti terus jalan tersebut hingga sampai pada pertigaan. Jika kekiri ke arah Pujon, sementara arah kanan menuju ke Gunung Banyak. Kurang lebih 100 meter dari pertigaan tadi, Anda bisa belok kiri untuk menuju ke Paralayang. Ikuti terus jalan perdesaan tersebut (Tersedia banyak petunjuk arah) hingga sampai ke Pintu Masuk Wisata ParaLayang.

Sementara itu, bagi pembaca yang berangkat dari arah Kediri atau Jombang, bisa meneruskan perjalanan ke Ngantang dan Pujon, melanjutkan kearah Batu hingga sampai ke pertigaan sebelum pertigaan Pintu Masuk Coban Rondo. Tenang saja, banyak papan penunjuk jalan. Di pertigaan yang dimaksud, lurus saja sekitar 100 meter dan belok kiri. Kemudian ikuti saja jalan pedesaan hingga sampai ke Pintu Masuk Paralayang

Jam Buka Sabtu – Minggu buka 24 jam. Selain hari tersebut buka mulai jam 7 pagi hingga jam 5 sore
Alamat Jl. Songgokerto, Songgokerto, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65312



Demikian ulasan kami dari KeMalangAja.Com seputar Wisata Paralayang Batu Jawa Timur, Kami tunggu liburan Anda di Kota Malang dan Kota Batu ya. (nn)
Selengkapnya »
Agus Candra Kurniawan

Ini Dia Informasi Lengkap Seputar Pantai Batu Bengkung Malang dari A sampai Z

Ini Dia Informasi Lengkap Seputar Pantai Batu Bengkung Malang - Halo para traveler pecinta alam dimana kalian berada, harap disadari dan direnungkan bahwa Malang Raya adalah merupakan Kota yang dimana memiliki ratusan destinasi yang menarik untuk dikunjungi setiap waktu liburannya.

Bagi Anda yang memang hobinya dan gemarnya wisatanya adalah dipantai, wisata di Malang ini merupakan wisata yang patut Anda jajal kemari yakni Pantai Batu Bengkung. Pantai ini layak untuk kita eksplorasi daya tariknya. ya kita tahu bahwa masing-masing tempat wisata dimanapun itu juga memiliki tingkat daya tarik tersendiri termasuk pantai batu bengkung ini.

Indahnya Pantai Batu Bengkung Malang
Indahnya Pantai Batu Bengkung Malang
Pantai Batu Bengkung Malang ini terletak di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedang Kabupaten Malang. Dalam keeksotikannya pantai ini dipenuhi batuan karang yang unik. Proses alamiyah dari dulu telah mengubah bukit bukit menjadi karang disebelah tepian pantai. Apalagi ketika air laut surut maka kelihatan jelas sekali karang-karang ditepian yang sangat mengasyikkan untuk dibuat bermain air oleh pengunjung

Sejarah Pemberian Nama Pantai Batu Bengkung

Istilah nama Batu Bengkung itu sangat erat kaitannya dengan batu-batuan yang mengelilingi sekitaran pantai. Menariknya gugusan batu batuan itu berbentuk melengkung dan menyerupai wanita yang sedang dalam keadaan di bengkung.

Bengkung itu sendiri adalah sebuah nama lain dari stagen yaitu kain yang dipaai oleh WANITA JAWA. Biasanya setelah melahirkan, mereka melakukan tradisi bengkung, nah tradisi bengkun itu untuk merapingkan kembali perutnya seorang wanita yang setelah melahirkan.

Aktivitas di Pantai Batu Bengkung Malang Selatan

Pantai Bengkung Malang Selatan adalah salah satu pantai yang berhadap-hadapan langsung dengan Samudra Hindia, sehingga ombak di pantai ini cenderung besar, bahkan ketika kami berlibur ke pantai ini juga memang kami menyaksikan ombaknya yang cukup besar laksananya berada di tengah-tengah laut. Oleh karena itu pihak pengelola di Pantai Batu Bengkung Malang dilarang berenang. Disamping itu juga para pengelola pantai juga menyiapkan Tim SAR jika sewaktu-waktu ada pengunjung pantai yang nekat berenang dan sampai terseret oleh ombak.

Liburan ke Pantai Batu Bengkung banyak hal yang menakjubkan akan panorama pantainya yang lebih utuh, asli/original. Anda juga bisa menikmati setiap sudut keindahan pantai yang ditawarkan, jika memang berminat, panjatlah tebing dengan memiliki kemiringan hampir 90 derajat untuk mendapatkan spot angle foto yang benar-benar anda cari dan idam-idamkan.

Ini Dia Informasi Lengkap Seputar Pantai Batu Bengkung Malang
Ini Dia Informasi Lengkap Seputar Pantai Batu Bengkung Malang
Berkemah di Pantai Bengkung Malang memang bagus, kenapa demikian? iya karena Anda bisa menikmati matahari terbenam (Sunset), Spot spot view yang menarik yakni ada di bukit di barat daya yang memiliki idealnya untuk menikmati Sunrise/Matahari terbit. Jika Anda ingin berlibur ke Pantai Bantu Bengkung ini sampai menginap maksimalkan liburan di pantai ini dengan baik.

Harga Tiket Pantai Batu Bengkung

Harga Tiket Rp 7.500
Parkir Rp 5.000
Parkir Menginap Rp 10.000
* Harga tiket masuk diatas bisa berubah sekatu-waktu

Fasilitas Pantai Batu Bengkung

Mushola
Bagi sahabat muslim, tersedia mushola untuk menunaikan ibadah sholat
Warung Makan
Disekitaran pantai, sudah banyak kios penjual makanan dan minuman termasuk kepala muda yang baik untuk kesehatan dan terapi
Toilet
Kamar mandi juga banyak tersedia di pantai ini, jadi jangan khawatir.
Losmen/Penginapan
Kamar tidur yang disewakan per hari

Pantai Batu Bengkung Malang
Pantai Batu Bengkung Malang

Rute, Alamat & Jam buka Pantai Bengkung Malang Selatan

Jalur Lintas selatan daerah Malang memang memiliki pantai panti yang sangat elok dan siap disajikan untuk wisatawan baik lokal maupun mancanegara, wisata-wisata itu termasuk Pantai Bajulmati, Pantai Bengkung, Pantai Goa China, Pantai Sendang Biru, Pantai Balekambang, Pantai Kondak Merak, Pulau Sempu, dan lain-lain. Pantai-pantai diatas memiliki keindahan tersendiri dan kelebihan tersendiri dan beragam informasinya seputar pantai pantai itu bisa anda dapatkan di website KeMalangAja.Com ini, karena website ini menyajikan berbagai macam informasi seputar Malang Raya dari A sampai Z.

Rute anda jika mau berkunjung ke Pantai Bengkung Malang ini, jika anda mulai dari kota malang ada 2 rute yakni adalah sebagai berikut:

Pertama : Ketika berada di Kota Malang, pembaca bisa mengambil arah ke Turen, belok ke arah selatan menuju Sumbermanjing Wetan dan diteruskan ke arah Pantai Sendangbiru. Selanjutnya akan ada pertigaan, disana terdapat papan petunjuk jalan, mengambil arah ke kanan menuju Pantai Goa Cina dan Bajulmati. Jarak antara Pantai Bajulmati ke Pantai Batu Bengkung hanya sekitar 3 kilo ke arah barat. Rute ini dipenuhi jalanan berkelok-kelok karena melewati pegunungan, namun jalanan semua sudah beraspal.

Kedua : Rute ke Pantai Bajulmati bisa juga dengan menempuh perjalanan ke Pantai Balekambang. Malang Kota – Kepanjen – Pagak – Bantur atau melalui Malang Kota – Gondanglegi – Bantur. Dari Bantur, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke arah Pantai Balekambang hingga sampai ke perempatan. Belok kiri untuk melanjutkan perjalanan ke Pantai Batu Bengkung. Dari arah barat, pantai ini terletak sebelum pantai Bajulmati. Sejauh pengalaman penulis, rute kedua ini lebih ideal karena akses jalan yang lebih baik sehingga lebih cepat.

Demikianlah penjelasan lengkap, rinci dan runtun seputar Pantai Batu Bengkung Malang Selatan. Baca juga review kami dalam Kontes SEO Zhafira Trans yang kami ikuti dalam tahun ini dengan keyword Travel Malang Juanda, Zhafira Trans Solusinya. Jika Anda ingin ke Pantai bengkung Malang atau juga jalan-jalan ke Malang bisa menggunakan jasa travel Zhafira Trans.
Selengkapnya »
Agus Candra Kurniawan

Curhatan Pendidik Tentang Muridnya

Curhatan Pendidik Tentang Muridnya - Kali ini penulis akan curhat tentang muridnya, berarti posisi penulis merupakan pendidik. Pendidik adalah orang yang mendidik. Pada umumnya, pendidik disebut dengan sebutan guru. Guru merupakan orang yang mendedikasikan hidupnya untuk memberikan waktunya untuk pendidikan. Oleh sebab itu, curhatan kali ini asli dan tidak dibuat-buat oleh penulis. Karena berasal dari pengalaman pribadi penulis sebagai guru.

Menilik jauh, kata murid atau makna murid merupakan pengertian dari orang atau anak yang sedang berguru atau belajar di sekolah. Kata murid pada umumnya disebut dengan sebutan siswa. Sebagai siswa, tentu menjadi keseharian bagi mereka untuk belajar dan menuntut ilmu. Oleh karenanya, siswa disebut pelajar atau orang yang sedang belajar.

Curhatan Pendidik Tentang Muridnya


Dari beberapa pengertian dan sebutan pada murid di atas, harusnya belajar itu merupakan pekerjaan dari seseorang murid. Dan mereka menjadikan belajar itu adalah dunianya sehari-hari. Namun, dalam realitanya belajar saat ini menjadi nomor sekian bagi murid.

Tapi bukan itu yang ingin dibahas penulis pada saat ini. Penulis ingin membahas bagaimana keadaan nyata murid zaman now. Murid saat ini yang cenderung acuh dalam pelajaran, dan yang mereka pikirkan bagaimana caranya mendapatkan nilai yang baik. Bukan mendapatkan ilmu yang baik. Oleh karenanya, penulis akan menyebutkan satu-satu kondisi murid. Berikut kondisi murid zaman now;

1. Kecenderungan Murid Tidur di Dalam Kelas

Ada banyak yang melatarbelakangi murid tidur di dalam kelas. Seperti, mereka tidak suka dengan pelajarannya, mereka tidak suka dengan gurunya, mereka tidak suka dengan temannya, kecapekan, dan mereka tidak suka suasananya.

2. Murid milleneal vs guru jadul

Teringat saat saya mengajar di kelas, ketika itu saya ditanyakan tentang suatu yang diluar pelajaran yang saya ampu. Otomatis saya terdiam waktu itu. Bukan tidak bisa menjawab pertanyaannya, tapi bagi saya itu adalah pertanyaan ketika saya kuliah. Pertanyaan itu muncul ketika saya mendapatkan pelajaran atau matakuliah “Linguistik”. Pertanyaan pertanyaan yang muncul dari murid seringkali saya temui adalah pertanyaan pertanyaan yang melampaui tingkat mereka.

Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia saya contohkan seperti, “Siapa yang memberikan nama benda-benda di kelas ini?” terkejut saat mendengar pertanyaan itu. Itu adalah pertanyaan saya semasa kuliah ketika saya mendapatkan pelajaran atau matakuliah “Linguistik”. Karena saya sudah tau jawabannya, saya tidak ingin mengecewakan murid itu. Akhirnya saya jawab, bahwa asal usul nama benda di dalam kelas ini karena sewenang-wenangan manusia dalam berbahasa atau dalam memeberikan nama, atau dalam pelajaran linguistik ini disebut dengan arbiter.

Begitulah murid-murid saat ini, mungkin karena telah banyak membaca buku, atau telah sering menggunakan HP atau telephon genggam pintar yaitu HP android (begitu khalayak menyebutnya), sehingga mereka mengetahui apa yang seharunya mereka tidak ketahui saat ini.

Dan anehnya, hal semacam itu tidak dibarengi dengan kesadaran guru terhadap muridnya. Ketika muncul pertanyaan-pertanyaan seperti kepada guru yang lain. Guru tidak menjawabnya, dan memberikan steatment bahwa kau belum saatnya tau tentang ilmu itu. Akhirnya, mereka para murid sedikit kecewa dengan guru-guru seperti itu.

Murid millenial harusnya diajarkan oleh guru-guru yang millenial yang mengerti tentang perubahan teknologi, perkembangan tekhnologi. Sehingga, jika ada pertanyaan-pertanyaan yang melampaui batasannya guru tersebut bukan membiarkannya dan memberikannya lampu merah untuk berhenti membahas tentan pengetahuan itu.

Namun, dalam realita saat ini, guru-guru milleneal masih pengangguran, karena masih banyak guru-guru jadul yang bertahan di dalam sekolahan. Dan tidak memberikan kesempatan untuk memberikan wawasan kepada murid millenial. Akibatnya, calon-calon guru millenial itu angkat kaki dari dunia pendidikan. Dan memilih untuk tidak bersentuhan dengan pendidikan. Ia memilih pekerjaan kantoran yang bukan bidangnya, dan terkadang juga mereka memilih usaha, bahkan berkebun saja.

3. Murid Melawan kepada Guru atau Pendidik

Yups, hal ini sudah berkali-kali terjadi di dunia pendidikan. Banyak yang menyimpulkan hal itu merupakan dampak dari perubahan dan perkembangan teknologi. Dan sikap-sikap yang mereka tiru merupakan sikap atau budaya orang luar negeri. Pada intinya, hal semacam itu, banyak para pendidik atau guru menyimpulkan itu merupakan kemerosotan di dunia pendidikan. Atau pencemaran pendidikan sehingga pendidikan di nilai buruk.

Dalam hal tersebut, penulis tidak sepenuhnya sepakat dengan apa yang disimpulkan oleh pendidik atau guru yang sependapat tentang murid yang melawan karena perkembangan teknologi. Bagi penulis, hal tersebut terjadi, karena kurangnya kesadaran pendidik terhadap perkembangan teknologi, yang tak bisa dibendung dengan apapun. Ibarat air, mereka akan meluap. Lebih baiknya, pendidik saat ini memberikan ruang kepada murid seluas-luasnya. Dan memberikan warna positif, meskipun murid sudah mendapatkan ilmu yang negatif karena pendidikan.

Pikiran itu bak seperti gelas, jika yang terisi air yang keruh, pikiran murid-murid harus terus diisi dengan air yang jernih. Agar yang keruh perlahan-lahan terminimalisir dan hilang dengan sendirinya. Itulah harusnya yang dilakukan pendidik kepada murid-muridnya. Jangan sampai mereka dihentikan tanpa adanya penjelasan yang baik kepadanya. Apalagi sampai menggunakan kekerasan kepadanya.

4. Murid nakal dan Pemalas

Ada beberapa yang melatarbelakangi murid itu nakal dan menjadi pemalas. Faktor-faktor yang mendukungnya banyak sekali dari lingkungan luar sampai kepada lingkungan dalam. Lingkungan luar seperti faktor keluarga dan faktor teman, yang kurang mendukung murid untuk belajar lebih giat. Untuk faktor dalam biasanya dikarenakan oleh guru, teman, dan lingkungan yang tidak sesuai menurutnya. Sehingga, ketika mereka ke sekolah, mereka tidak bisa beradaptasi dan belajar penuh.

Itulah beberapa Curhatan Pendidik Tentang Muridnya, yang dapat disimpulkan bahwa semua itu terjadi karena faktor luar yang kurang mendukungnya. Jadi, saran penulis untuk para pendidik, buatlah mereka nyaman dalam posisinya sebagai murid saat ini. Berikan ia keleluasaan berfikir dan bertindak. Sabarlah dalam menuntunnya, karena menuntun murid itu ibarat menuntun orang buta dan orang tuli. Tentunya harus super sabar dalam menghadapinya.

Terimakasih telah berkunjung di website kami KeMalangAja.com sampai jumpa...
Selengkapnya »
Agus Candra Kurniawan

Curhatan saat Mengenyam Pendidikan Di Negeriku

Curhatan saat Mengenyam Pendidikan Di Negeriku - Di negeriku, anak-anak dididik dengan alat yang sama, sikap yang sama, dan ukuran yang sama. Padahal mereka adalah manusia yang berbeda. Ukurannya berbeda, sikapnya berbeda, bahkan kemampuannya berbeda-beda. Oleh sebab itu, seringkali penulis merasa miris melihat sistem pendidikan di negeri ini.

Inilah ceritaku di negeri ini...

Taman Kanak-kanak 

Aku adalah mantan siswa TK, SD, SMP, dan SMA. Dari beberapa tingkatan lembaga yang aku jalani yang sangat kurasakan ialah ketika TK dan SD. Disana aku diajarkan semua dasar ilmu pengetahuan. Ketika pikiranku mulai berkembang, dan bakatku mulai terlihat mata.

Curhatan saat Mengenyam Pendidikan Di Negeriku


Semasa taman kanak-kanak aku diajarkan bagaimana caranya menulis, bagaimana caranya mewarnai, bagaimana caranya bernyanyi, dan bagaimana caranya menyimak. Dan jam sekolahku 3 sampai 4 jam. Aku disuruh duduk dengan tenang, rapi dan hikmat. Duh, padahal waktu itu aku masih sangat senang bermain.
Jadi, semasa itu aku yang disuruh duduk tenang, rapi, dan hikmat, namun tetap tidak bisa aku lakukan (karena aku adalah anak yang hipperaktif katanya). Sehingga, aku menjadi bringas, menaiki bangku, mengganggu teman, dan mengganggu ibu guruku. Karena ku pikir aku masih anak kecil, semua orang dewasa tak kan memarahiku. Kalaupun aku dimarahi, aku akan menangis, dan saat aku menangis mereka akan memeberikanku permen atau semacam lampu merah (Seperti mencubitku) untukku agar tak menangis lagi.

Ah, pikirku, orang dewasa itu mudah tersentuh hatinya. Atau memang mereka tak suka dengan suara tangisanku yang keras dan dapat memusingkannya. Ah, aku tak urus itu, semua itu urusan orang dewasa. Dan kusimpulkan pada waktu itu, aku menjadi manusia yang menang. Karena telah berhasil mengecoh orang dewasa, yang tubuhnya besar, yang pikirannya sudah sarjana.

Hahaha, begitu seru bukan, waktu semasa kecilku. Waktu itu aku menjadi juara kelas namun tetap kalah dengan temanku yang bintang pelajar, intinya aku juara, tapi nomer 2, hahaha. Karena aku tak setenang temanku, dan tak sehikmat temanku ketika belajar. Jadi, meskipun aku pintarnya sama dengannya. Namun, guruku melihatnya aku lebih nakal darinya. Dan tak pantas meraih juara kelas atau bintang kelas. Ah, bagiku itu tak penting. Karena yang ku tau, kebahagiaanku adalah segala-galanya. Meskipun begitu, aku terkadang iri kepada temanku ketika dia dipanggil dan disanjung oleh guruku, serta dimanjakan olehnya. Hahahaha, munafiknya diriku...

Semasa taman kanak-kanak aku sering ditanyakan tentang cita-citaku. Aku bingung kepalang waktu itu. Aku tak punya cita-cita. Bagiku, cita-citaku adalah bagaimana aku bisa bermain dengan temanku esok. Dan aku siap menang bermain dengannya. Seperti bermain peta kumpet. Bagaimana caranya aku tak bisa ditemukan temenku. Itu saja keinginanku. Masa depan kulihat hanya tentang bermain saja. Tak ada yang lebih menarik darinya bagiku. Aneh bukan, padahal aku dengan orang tuaku dan guruku dipaksa bercita-cita.

Karena waktu itu aku terdesak disuruh menyebutkan cita-citaku. “Ayo sebutkan cita-citamu yang ketika aku menjadi pilot aku akan sering di udara, dan bagiku itu tinggi sekali. Hahaha... ketika aku selesai menyebutkan cita-citak,u guruku melanjutkan bertanya kepada anak didik yang lain sampai selesai semuanya menjawab. Dan turunlah aku dari panggung penyebutan cita-cita itu. Ketika aku turun dari panggung itu aku merasa menyesal, mengapa aku bercita-cita jadi pilot ya. Bukankah tubuhku pendek, sedangkan pilot itu harus tinggi. Hahahaha... Ah, kecewalah aku pada waktu itu.

Ku pikir pada waktu itu guruku lah yang menjadi penyebabnya mengapa aku sampai salah menyebutkan cita-cita. Hahaha...

Begitulah aku semasa Taman kanak-kanak....

Sekolah Dasar

Selanjutnya, aku melanjutkan sekolahku ke tingkat yang lebih tinggi, katanya. Tapi menurutku, itu sama saja. 6 tahun aku diajarkan disana, aku merasa guruku tak berbeda. Guru kelas satuku adalah guruku kelas 2, 3, 4, 5, dan 6. Pelajaranku pun begitu, sama. Ada 12 mata pelajaran. Waktu itu, ku kira aku seperti orang pacaran. Menjajaki satu persatu mata pelajaran. Jika aku berbakat dan cocok dengan satu atau dua mata pelajaran. Mungkin itulah aku jadinya nanti ketika dewasa.

Kalau kata ‘Once; Vokalis band Dewa’ yang menyanyikan lagu “Kudaki gunung tertinggi, hanya untuk mencari dimana dirimu” mungkin itulah aku pada saat itu. Mencari bakatku yang terpendam. Ku jajaki semua mata pelajaran itu satu-demi-satu. Namun, ketika aku menjajaki satu persatu pelajaran, diriku tak pernah serius. Aku merasa aku masih asik bermain. Penjajakanku masih maen-maen waktu itu. Ah, bodohnya diriku...

Ada juga temanku yang sama denganku. Ia merasa, pelajaran itu tak asik jika tak ada suara gendang, atau pukulan dari bangku yang seperti drum baginya. Sehingga, tak jarang ia memukul-mukulkan bangku bak drum yang dipukulnya. Sambil bernyanyi lagu peterpan; Di atas Normal, “pikiranku, tak dapat ku mengerti, kaki di kepala, kepla di kaki” hahahaha... sambil tertawa-dengan-teman sebangkunya.

Ketika sedang asik bernyanyi, terbanglah kapur dan penghapus papan ke arahnya. Guruku menimpuknya, hingga kena ke mukanya, putih semua bak dibedaki. Awalnya merekalah yang bersenang-senang bernyanyi. Tapi, kemudian kamilah yang tertawa bersama, karena melihat adegan lucu dari guru dan murid. Hahahaha
Itulah kenanganku semasa Sekolah di tingkat Dasar itu. Duh, kenapa cuman peristiwa itu yang kau ingat ya. Pelajarannya bagaimana? Hahahaha, mungkin kalau pelajaran sedikit sekali yang kuingat. 6 tahun belajar, yang ku ingat, pelajaran IPA, bagaiamana proses terjadinya huja. Itu saja. hahahaha... untuk matematika bagaiamana, aku hanya ingat tambahan, pengurangan, dan perkalian. Pembagian aku tak ingat pada waktu itu.

Hanya itu... iyalah hanya itu, tak banyak... karena aku tak cocok dengan gurunya... aku cocok dengan pelajarannya tapi, gurunya aku tak cocok. Akhirnya, jodohku belum ketemu pada waktu itu. Penjajakan di tingkat SD gagal. Karena banyak pelajaran yang membingungkan. Dan kami disuruh diam dan hanya mendengarkan.

Sekolah Menengah Pertama

Setelah itu, aku melanjutkan sekolahku ke tingkat yang lebih tinggi, katanya yang bernama SMP. Anehnya, aku masih di tempatkan di ruangan yang sama seperti SD, dengan materi dasar yang sama, dan sistem pendidikan yang sama. Padahal waktu itu aku adalah anak didik yang rajin menulis yang rajin memecahkan permasalahan, bahkan aku sangat suka dengan ilmu pengetahuan yang berupa ilmiah.

Selama SMP aku tetap diajarkan beberapa mata pelajaran yang sebenarnya tidak aku senangi. Tentu ketika aku  tidak menyukainya aku merasa tertekan. Terkadang aku main dengan teman sebangkuku. Dan tidak mendengarkan guru-guru saat menjelaskan. Karena aku tidak tertarik dengan itu semua. Bahkan aku keluar kelas dan memilih di kamar mandi atau di ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah; singkatan kataku) tercinta.
Tapi, ketika aku belajar dengan pelajaran yang aku senangi yaitu Ilmu Pengetahuan Alam dan Bahasa Indonesia yang memberikanku pengalaman bagaimana menulis dan berfikir bahwa alam ini menakjubkan. Aku pun duduk paling depan, aku serius memperhatikannya. Sampai-sampai aku lupa bahwa waktu pelajaran itu telah usai. Dan aku merasa kecewa dengan waktu yang sedikit itu. Aku merasa kekurangan dengan waktuku.

Selesai aku di tingkat SMP, aku belum menjadi apa-apa, aku tetaplah aku, seperti anak biasanya. Tanpa minat dan tanpa bakat “kata pendidikan di negeriku”. Aku hanyalah anak yang tidak mengetahui 10 mata pelajaran. Dan hanya tinggi di 2 mata pelajaran. Ah, aku merasa aneh sendiri, aku merasa bodoh sendiri.

Sekolah Menengah Atas

Ketika aku telah usai di tingkat SMP, aku beranjak maju melanjutkan pendidikanku di tingkat yang lebih tinggi lagi yaitu SMA. Pada saat itu, bagiku begitu sulitnya mencari sekolah yang Berstandard Nasional atau bertaraf go Internasional . oh, anehnya diriku, dan bodohnya diriku. Sampai-sampai sekolahan tak menerima diriku. Akhirnya aku masuk di SMA yang biasa-biasa saja. Kata orang SMA yang kutempati merupakan SMA tempat pembuangan. Iya, pembuangan, pembuangan dari sekolah yang katanya berstandard Nasional, dan tak menerima anak sepertiku, yang hanya tinggi nilainya di 2 bidang mata pelajaran saja.

Ah, bagiku itu sama saja. semua sekolahkan sama. Anak didik diajarkan tentang materi yang sama, dengan sistem yang sama. Mungkin bedanya adalah fasilitasnya saja. Fasilitas disekolahku tak lengkap peralatannya, dan terkadang kami kekurangan bangku dan tempat kursi karena hilang dimakan rayap. Atau hilang karena dibuat anak-didik sebagai kursi tempat tongkrongan. Hahaha

Semasa SMA aku tetap menjadi aku, belum ada bakat-dan-minat pada diriku. Seolah-olah terpendam oleh sistem pendidikan, yang mengharuskan 12 mata pelajaran bisa aku kerjakan. Duh, 12 tahun belajar, aku tetap begini-begini saja.

Sedangkan temanku yang tak sekolah dan melanjutkan ke SMA, iya sekarang menjadi pengusaha sukses, menjadi pengusaha. Atau coba ku tengok hari ini menteriku Susi, menteri perikanan. Ia menjadi pengusaha sukses di luar negeri. Dan sedangkan aku dan teman-temanku yang sekolah hany jadi pegawai, kalau tak pegawai pemerintahan, ya pegawai lembaga swasta. Ah, sekolah 12 tahun hanya ingin menjadi pegawai swasta.

Tapi, kata temanku, menteri susi dan temanku yang sukses itu hanyalah segelintir saja dari mereka yang sukses tanpa sekolah. Hahaha.... ijazah SMA ku hanya ada dua pilihan digunakan sebagai syarat melanjutkan kuliah atau dijadikan syarat melamar pekerjaan di toko frensces atau jadi karyawan rokok, atau jadi satpam karena tubuhnya besar, atau jadi pegawai pom bensin. Hahahaha... 12 tahun hanya untuk pekerjaan itu... dan ketika bekerja kita haru melakukan 3S; Salam, Senyum, Sapa...
Hahaha....

Kesimpulannya

Inilah negeriku dengan sistem pendidikannya yang membuatku tertawa terjingkal-jungkal. Asik rasanya membahas pendidikan di negeriku yang ngeri. Ngeri, karena pendidikannya tak menekankan kepada cipta karya dan kerjasama. Sehingga, hasil dari pendidikannya cenderung kepada materi yang dicapainya. Bukan cipta karya yang dimilikinya. Sehingga mereka tidak menjadi kaya sementara. Tapi kaya selama-lamanya.
Hahaha, ....

Sok taunya diriku tentang pendidikan, padahal tak bisa memberikan solusi pada sistem pendidikan yang jelas. Hanya bisa berkomentar pedas. Dan hanya memberikan alasan yang logis dan lugas. Tapi, setidaknya aku tak terkungkung oleh pemerintah. Dan berkarya sesuai yang kumau. Dihargai yang bersyukur. Tak dihargai, tak mungkin aku mengamuk. Hahahaha...

Karena tujuanku bercerita yaitu untuk memberikan wawasan kepada dunia pendidikan yang cenderung monoton tak ada perubahan. Perubahan hanya pada bingkainya saja, ibarat orang, perubahannya bukan pada bentuk sikap dan karakternya. Akan tetapi perubahannya pada perhiasan yang dipakainya.
Kalau pendidikan dulu menggunakan alat papan tulis sebagai medianya. Saat ini telah canggih menggunakan layar besar atau yang seringkali disebut dengan proyektor. Kalau pendidikan dulu guru tanpa RPP, saat ini menggunakan RPP, yang tekesan lebih terencana, dan terjadwal. Kalau dulu pendidikan memakai bangku dan kursi. Saat ini keduanya telah gabung menjadi satu. Kursi yang multifungsi sebagai meja juga.
Hahahaha...

Terimakasih atas kunjungan ke website kami CampusKampus.com , silahkan bagikan jika bermanfaat....
Selengkapnya »