Numpang Akun Netflix Teman, Sampai Akhirnya Kena Juga
Dua tahun saya numpang akun Netflix punya teman satu kos di daerah Sigura-gura.
Dia yang bayar, saya cuma dikasih profil sama password. Enak banget, gratis,
nggak pernah mikir.
Sampai suatu malam mau nonton, muncul tulisan minta kode
verifikasi yang dikirim ke email pemilik akun. Saya japri dia, ternyata dia
lagi pulang kampung ke Jember, HP-nya lowbat, dan baru bales besok siang.
Jadi malam itu saya nggak jadi nonton apa-apa.
Itu bukan pertama kalinya sih. Sebulan sebelumnya dia sempat
ganti password karena takut akunnya dipakai orang luar, dan saya baru tahu tiga
hari kemudian pas nyoba login.
Kenapa numpang itu rapuh
Saya nggak nyalahin dia. Itu akun dia, duitnya dia, ya
terserah dia.
Masalahnya justru di situ. Kamu nggak punya kendali apa-apa.
Kalau dia berhenti langganan, akses hilang tanpa pemberitahuan. Kalau dia ganti
password, kamu kekunci. Kalau dia lupa bayar, ya sudah.
Dan kamu nggak bisa protes, karena posisimu memang numpang.
Buat anak kos ada masalah tambahan yang jarang kepikiran:
wifi. Netflix sekarang ngecek perangkatmu nyambung di jaringan yang sama sama
pemilik akun apa nggak. Kalau kamu di kos A, dia di kos B, apalagi kalau dia
pulang kampung, ya sering kena minta verifikasi.
Di Malang ini lebih sering kejadian daripada kota lain,
karena banyak yang pindah kos tiap tahun ajaran. Belum lagi yang KKN, yang
magang di luar kota, yang tiap libur panjang balik ke rumah. Satu grup
pertemanan bisa nyebar ke lima jaringan wifi berbeda dalam sebulan.
Yang sering dicoba dan hasilnya
Habis kejadian itu saya sempat nyari jalan lain.
Pertama, beli akun murah di marketplace. Banyak yang jual
Rp15.000 sampai Rp25.000 sebulan. Teman saya di Dinoyo sudah duluan nyoba dan
akunnya mati belum ada tiga minggu. Duitnya nggak balik, toko penjualnya juga
sudah ganti nama.
Belakangan saya baru ngerti kenapa bisa semurah itu. Akun
begituan rata-rata dibeli pakai kartu yang bermasalah, jadi begitu ketahuan
langsung dimatiin. Nggak ada yang bisa dituntut karena dari awal memang nggak
jelas.
Kedua, langganan sendiri. Netflix Premium Rp186.000 sebulan.
Buat mahasiswa dengan kiriman Rp1,5 juta, itu lebih dari sepuluh persen.
Kira-kira sama dengan jatah makan seminggu penuh. Saya coba sebulan, terus
berhenti karena kerasa banget.
Ketiga, ya nggak nonton sama sekali. Bertahan dua mingguan,
terus daftar lagi pas ada serial yang rame dibahas di grup angkatan.
Yang akhirnya kepakai sampai sekarang
Yang paling masuk akal ternyata yang paling sederhana:
patungan, tapi jelas aturannya dari awal.
Netflix Premium itu isinya empat layar sekaligus. Dipakai
sendirian ya boros, tiga layarnya nganggur. Dibagi berempat, per orang jadi
Rp46 ribuan sebulan.
Itu masih di bawah harga paket Netflix yang paling murah,
tapi yang didapet paket paling atas. Bisa 4K, bisa di TV, kualitas penuh.
Buat anak kos ini biasanya paling gampang dijalanin, karena
orangnya sudah ada. Teman sekos, teman satu angkatan, teman satu organisasi
yang tiap hari ketemu di kampus.
Cuma jangan diulang kesalahan yang sama kayak saya dulu.
Sepakatin tiga hal ini sebelum mulai, bukan pas sudah jalan:
Siapa yang pegang akun dan siapa yang boleh ganti password.
Jangan sampai ada yang ganti sendiri gara-gara panik.
Tanggal berapa semua setor. Samain semua, jangan tiap orang
beda tanggal, nanti yang pegang akun capek nagihin satu-satu.
Gimana kalau ada yang keluar. Ini yang paling sering
dilewat. Di Malang apalagi, tiap tahun pasti ada yang lulus, KKN, atau pindah
kos. Kalau nggak disepakatin dari awal, ujungnya sisanya yang nombokin.
Poin ketiga itu yang dulu bikin grup saya bubar. Satu orang
lulus duluan, langsung berhenti setor, dan tiga sisanya tiba-tiba harus
nanggung porsinya. Nggak ada yang mau, jadi ya bubar.
Sekarang sudah ada layanan yang ngurus bagian repotnya. Tiap
orang bayar sendiri-sendiri ke sistemnya, bukan setor ke salah satu anggota,
jadi nggak ada yang jadi tukang nagih. Slot yang ditinggalin juga diisi orang
lain, bukan sisanya yang nombokin. Kalau mau baca dulu sebelum mutusin, ada
penjelasan lengkap soal cara patungan Netflix yang aman dan apa aja yang perlu
dicek.
Hemat itu bukan soal nahan-nahan
Yang saya pelajari dua tahun terakhir, orang yang paling
banyak hemat itu bukan yang paling irit. Tapi yang paling tahu duitnya lari ke
mana.
Coba buka mutasi bulan lalu, tandai yang berulang, kali dua
belas. Sepuluh menit doang. Angkanya biasanya bikin kaget sendiri, dan itu
justru bagusnya.
Posting Komentar